Astaghfirullah… Badrun Lagi!

Astaghfirullah… Badrun Lagi!

Cahya T

2026 | 10 Episode | Santri, Kampus & Kehidupan Remaja | ★ 0.0 (0) | ❤ 0

Lihat selengkapnya
Baca Semua
Komentar Belum ada komentar
Episode
thumb FREE
01 - Operasi Sandal Hilang Berjamaah
1x dibaca

Subuh di Pondok Al-Hikmah selalu dimulai dengan dua hal:suara ayam yang kepagian… dan suara kentongan yang lebih galak dari ustadz.“TEK! TEK! TEK! BANGUN! SHOLAT!”Santri-santri langsung gelagapan.Ada yang bangun sambil jalan miring.Ada yang salah pakai sarung (depan belakang ketukar).Ada juga yang masih setengah mimpi tapi sudah duduk di saf.Di tengah kekacauan itu…ada satu kamar yang justru tidak panik sama sekali.Kamar nomor 7.Isinya dua makhluk yang kalau Subuh selalu punya “agenda tersendiri.”Badrun… dan Boni.“Bonn… bangun,” bisik Badrun.Boni membuka satu mata. “Udah adzan belum?”“Udah.”“Berarti… kita tidur lagi lima menit.”“Bukan itu.”Badrun mendekat, wajahnya serius.Serius banget.Yang kenal Badrun tahu—kalau dia serius, berarti ada masalah.Atau… ada rencana.“Operasi dimulai hari ini,” bisiknya.Boni langsung duduk.“Operasi apa lagi?!”Badrun menyeringai.“Operasi… Sandal Hilang Berjamaah.”Sunyi.Boni menatapnya kosong.“...hah?”

Baca
thumb FREE
02 - Surat Cinta Nyasar ke Ustadz
1x dibaca

Pondok Al-Hikmah pagi itu terasa aneh.Bukan karena hujan.Bukan karena listrik mati.Bukan juga karena jadwal makan berubah.Tapi karena…terlalu damai.Tidak ada teriakan.Tidak ada sandal beterbangan.Tidak ada ustadz yang tiba-tiba menghela napas panjang sambil menyebut satu nama:“...Badrun.”Dan itu…jujur saja…mencurigakan.Di kamar nomor 7, sumber dari segala keganjilan itu sedang duduk bersila.Badrun.Di depannya: selembar kertas putih.Di tangannya: pulpen.Di wajahnya: ekspresi serius yang jarang terjadi.Sangat jarang.Langka.Hampir punah.Di ranjang sebelah, Boni lagi makan kerupuk sisa semalam.KRIUK.KRIUK.Ia melirik ke arah Badrun.“Lo lagi apa sih?” tanyanya santai.Tidak ada jawaban.Badrun masih menulis.Pelan.Seolah setiap kata dipikirkan.Boni mulai curiga.Ia turun dari ranjang.Mendekat.Melongok.Lalu—diam.“…loh?”Ia membaca sepenggal kalimat.“Assalamu’alaikum… sejak pertama kali aku melihatmu…”Boni langsung mundur tiga langkah.Kerupuk jatuh.“ASTAGHFIRULLAH!”Badrun langsung nutup kertasnya.“Woi! Pelan dikit napa!”“Lo… lo… lo nulis surat cinta?!”“Ya iya lah!”“KENAPA?!”“Kenapa nggak?”“INI PONDOK!”“Justru itu.”Boni pegang kepala.“Gue belum siap mental buat ini.”

Baca
Komentar
Belum ada komentar